Minggu, 21 Oktober 2012

Tari Cokek, Kesenian Betawi yang Hampir Punah

Sebagai salah satu etnis yang pertamakali bersentuhan dengan budaya luar lewat Pelabuhan Sunda Kelapa, warga Betawi memiliki banyak tradisi dan budaya yang merupakan hasil akluturasi budaya dengan bangsa luar tersebut. Salah satu hasil adaptasi dengan budaya luar itu di antaranya adalah Tari Cokek, yang dulu begitu terkenal di tanah Betawi kini keberadaannya semakin terpinggirkan dan terancam dalam kepunahan.

Pengurus Sanggar Tari Firman Muntako, Fifi Muntako mengatakan, Tari Cokek merupakan tarian tradisional perpaduan berbagai unsur budaya baik di antaranya budaya Betawi, Banten, hingga Cina. Asal usul tarian ini sudah ada sejak awal abad 19 di daerah Teluknaga, Tangerang yang dibawa oleh saudagar Cina bernama Tan Sio Kek. Jika di Jakarta tari itu sudah mulai susah dijumpai, tidak demikian halnya di Tangerang.

"Tari tersebut, saat ini masih dapat dijumpai saat warga Cina Benteng, Tangerang melakukan kegiatan acara seperti hajatan maupun kawinan," kata Fifi, Rabu (19/9).

Dikatakan Fifi, awalnya Tari Cokek dimainkan oleh tiga orang penari wanita. Kini, pertunjukan Tari Cokek seringkali dimainkan oleh 5 hingga 7 orang penari wanita dan beberapa orang laki laki sebagai pemain musik dan sebagian ikut mengiringi tarian wanita. Sehelai selendang yang mengikat di pinggang penari perempuan merupakan salah satu ornamen baju utama para penari wanita dipadu kebaya warna mencolok. "Tarian ini sering dimainkan pada awal acara karena sebagai tari penyambutan bagi tamu kehormatan," ucapnya.

Ia menjelaskan, salah satu yang menarik dari Tarian Cokek ialah iringan musik Gambang Kromong ditambah gerakan penari perempuan yang terlihat lemah gemulai menjadi ciri khas dari pertunjukan Tari Cokek. Ditambah dengan ajakan penari kepada penonton untuk menari bersama semakin menambah meriah pertunjukan tersebut.

"Tari Cokek termasuk dalam bagian keanekaragaman tari tradisional, karena tari ini terlahir dan dihidupkan oleh komunitas etnik sehingga tumbuh dan berkembang di kalangan rakyat jelata. Kami harap generasi muda dapat melestarikan seni tari yang sudah terpinggirkan dari ibu kota ini agar tidak punah keberadaannya," imbuhnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar