Guna meringankan penderitaan masyarakat yang kendaraanya rusak karena
terendam banjir, Dompet Dhuafa membuka layanan bengkel gratis bagi
warga.
Dalam siaran pers dari Bengkel Dhuafa, Bengkel ini akan beroperasi selama beberapa hari ke depan dan tersebar di sejumlah titik.
Layanan ini dibuka mulai pukul 9 pagi dan berakhir pad pukul 10 malam.
Lokasi
pertama yang dibuka adalah Jl Otista Raya, depan Hotel Nirwana, Kampung
Pulo, Jakarta Timur. Selain itu, tim juga bergerak ke sejumlah wilayah
seperti Rawa Buaya, Jakarta Barat dan Ulu Jami Jakarta Selatan.
"Kami
menemukan banyak sekali motor yang terjebak banjir dan mogok, sehingga
kami langsung buka di lokasi," ujar Koordinator Mekanik Akhmad Zaenudin.
Di
hari pertama, Jumat (18/1), sedikitnya 41 motor berhasil diperbaiki
oleh lima mekanik yang semuanya lulusan Institut Kemandirian Dompet
Dhuafa. Servis yang diberikan berupa ganti oli, tune up, dan yang
lainnya.
Sementara itu, Sudarto salah satu mekanik mengatakan,
kerusakan motor bervariasi, mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan
berat dimana motor mati total dan tak dapat dijalankan sama sekali.
Kerusakan
ringan dilakukan dengan penggantian busi dan memperbaiki pengapian
motor, sedangkan pada kerusakan berat harus dilakukan pembongkaran.
Durasi pengerjaan berkisar antara 10-45 menit tergantung pada kerusakan
motor.
"Layanan seperti ini sangat membantu ya apalagi buat
korban banjir dan pengguna jalan raya di kondisi seperti ini. Karena
kalo kondisi seperti ini, nggak cuma genangan air, paku-paku juga banyak
terbawa dan di jalan bikin ban bocor. Kalau bisa sih layanan ini terus
diadakan ya," ujar Edi Yusuf, warga Pasar Minggu yang memanfaatkan
fasilitas Layanan Bengkel Gratis untuk memperbaiki motornya.
Sudarto
memprediksi, jumlah pengguna jasa Layanan Bengkel Gratis akan terus
meningkat terutama ketika banjir telah mulai surut. Hal ini karena
banyak warga yang saat ini masih fokus menyelamatkan diri dan belum
terpikir untuk menyervis motor. "Setelah banjir surut kemungkinan akan
semakin banyak yang membutuhkan perbaikan motor," ujarnya
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Januari 2013
Senin, 05 November 2012
Chevrolet Siap Produksi Mobil Camaro Hot Wheels
Merek mobil-mobilan Hot Wheels sudah amat
populer. Salah satu model mobil-mobilan yang paling populer adalah
miniatur dari Chevrolet Camaro. Tapi kini, Hot Wheels dan Chevrolet
membuat sebuah mobil Camaro yang identik dengan mobil-mobilan.
Ini adalah salah satu mimpi yang menjadi kenyataan bagi para penggila Hot Wheels dari segala umur. Menurut rencana, Camaro Hot Wheels Edition ini hadir di Amerika mulai tahun depan dan akan menjadi mobil pertama yang dibuat khusus dengan berdasarkan mobil mainan Hot Wheels dan dijual resmi.
"Jutaan dari kita besar dengan memainkan Hot Wheels. Menawarkan model produksi khusus dari Hot Wheels Camaro adalah kesempatan untuk membawa kenangan untuk hidup, untuk anak-anak dari segala usia," Wakil Presiden Chevrolet bidang Marketing Chris Perry
Camaro Hot Wheels Edition memulai debutnya di Specialty Equipment Market Association (SEMA) di Las Vegas, pekan ini.
"Sudah hampir 20 tahun sejak saya mulai merancang mobil untuk Hot Wheels dan saya belum pernah mengendarai satu pun ke rumah," kata Felix Holst, wakil presiden divisi Mattel. "Secara pribadi, saya tidak sabar untuk membuka pintu dan melihat Hot Wheels Camaro ada di garasi," tambahnya.
Camaro Hot Wheels Edition mengambil basis dari camaro ZL1 yang merupakan Camaro terkuat saat ini. Dengan siraman warna biru metalik dan garis hitam, mobil yang disokong pelek 20 inchi ini tampak enak dipandang.
Di bagian dalam, interior kulit membaluti dengan dengan jahitan logo Hot Wheels di kursi depan.
Untuk mesinnya, dapur pacu Camaro Hot Wheels Edition ini dilengkapi dengan mesin V8 berkapasitas 6.2 liter yang digabungkan dengan transmisi manual yang mampu memperlihatkan tenaga sampai 432 tenaga kuda dan torsi 569 Nm torsi. Sementara untuk versi transmisi otomatis mempu memperlihatkan tenaga 405 hp dan torsi 556 Nm.
Ini adalah salah satu mimpi yang menjadi kenyataan bagi para penggila Hot Wheels dari segala umur. Menurut rencana, Camaro Hot Wheels Edition ini hadir di Amerika mulai tahun depan dan akan menjadi mobil pertama yang dibuat khusus dengan berdasarkan mobil mainan Hot Wheels dan dijual resmi.
"Jutaan dari kita besar dengan memainkan Hot Wheels. Menawarkan model produksi khusus dari Hot Wheels Camaro adalah kesempatan untuk membawa kenangan untuk hidup, untuk anak-anak dari segala usia," Wakil Presiden Chevrolet bidang Marketing Chris Perry
Camaro Hot Wheels Edition memulai debutnya di Specialty Equipment Market Association (SEMA) di Las Vegas, pekan ini.
"Sudah hampir 20 tahun sejak saya mulai merancang mobil untuk Hot Wheels dan saya belum pernah mengendarai satu pun ke rumah," kata Felix Holst, wakil presiden divisi Mattel. "Secara pribadi, saya tidak sabar untuk membuka pintu dan melihat Hot Wheels Camaro ada di garasi," tambahnya.
Camaro Hot Wheels Edition mengambil basis dari camaro ZL1 yang merupakan Camaro terkuat saat ini. Dengan siraman warna biru metalik dan garis hitam, mobil yang disokong pelek 20 inchi ini tampak enak dipandang.
Di bagian dalam, interior kulit membaluti dengan dengan jahitan logo Hot Wheels di kursi depan.
Untuk mesinnya, dapur pacu Camaro Hot Wheels Edition ini dilengkapi dengan mesin V8 berkapasitas 6.2 liter yang digabungkan dengan transmisi manual yang mampu memperlihatkan tenaga sampai 432 tenaga kuda dan torsi 569 Nm torsi. Sementara untuk versi transmisi otomatis mempu memperlihatkan tenaga 405 hp dan torsi 556 Nm.
Sabtu, 20 Oktober 2012
Land Rover Defender Mobil James Bond Terbaru
Inggris, KompasOtomotif - Film James Bond terbaru berjudul Skyfall,
rencananya akan keluar tahun ini. Namun, bukan durasi atau temanya yang
akan dibahas, melainkan mobilnya. Sudah banyak diketahui bahwa setiap
kendaraan yang dipakai dalam film tersebut akan semakin terkenal.
Termasuk dalam Skyfall ada Range Rover Evoque dan Aston
Martin DB5, ikon film Bond di tahun 1964 dimunculkan kembali, sekaligus
untuk memperingati 50 tahun waralabanya.
Tapi, yang mau ditampilkan di sini roda empat baru dalam film Bond, yaitu Land Rover Defender. Jip sasis panjang kebanggaan rakyat Inggris ini nantinya akan dikendarai oleh Naomi Harris, yang berperan sebagai Eve di Skyfall. "Mobil ini benar-benar akan kami coba ketangguhannya, melalui desainnya yang kokoh...Defender akan bekerja dengan keras nanti," jelas asisten produser Skyfall, Andrew Noakes, berusaha meyakinkan penggemar.
Pernyataan itu sepertinya mengisyaratkan bagaimana peran Defender dalam film tersebut. Untuk diketahui ini bukan pertama yang dipakai dalam film Bond, sebelumnya Bond pernah mengendarai kendaraan sejenis di Rock of Gibraltar dalam The Living Daylights.
Jaguar Land Rover (JLR), pemilik saham mayoritas Land Rover setidaknya telah menyiapkan tujuh unit Defender untuk film ini. Untuk sementara kebanyakan kendaraan digunakan untuk mendukung peran dibalik layar pembuatan film ini. Sesuai dengan permintaan para perusahaan mobil Inggris, bahwa pengambilan gambar akan tetap di Inggris. "Memang kami telah mendapatkan tawaran dari perusahaan lain tapi kami lebih memilih untuk mengambil lokasi syuting James Bond tetap di lingkungan Inggris," tutup Noakes.
Tapi, yang mau ditampilkan di sini roda empat baru dalam film Bond, yaitu Land Rover Defender. Jip sasis panjang kebanggaan rakyat Inggris ini nantinya akan dikendarai oleh Naomi Harris, yang berperan sebagai Eve di Skyfall. "Mobil ini benar-benar akan kami coba ketangguhannya, melalui desainnya yang kokoh...Defender akan bekerja dengan keras nanti," jelas asisten produser Skyfall, Andrew Noakes, berusaha meyakinkan penggemar.
Pernyataan itu sepertinya mengisyaratkan bagaimana peran Defender dalam film tersebut. Untuk diketahui ini bukan pertama yang dipakai dalam film Bond, sebelumnya Bond pernah mengendarai kendaraan sejenis di Rock of Gibraltar dalam The Living Daylights.
Jaguar Land Rover (JLR), pemilik saham mayoritas Land Rover setidaknya telah menyiapkan tujuh unit Defender untuk film ini. Untuk sementara kebanyakan kendaraan digunakan untuk mendukung peran dibalik layar pembuatan film ini. Sesuai dengan permintaan para perusahaan mobil Inggris, bahwa pengambilan gambar akan tetap di Inggris. "Memang kami telah mendapatkan tawaran dari perusahaan lain tapi kami lebih memilih untuk mengambil lokasi syuting James Bond tetap di lingkungan Inggris," tutup Noakes.
Desainer VW Beetle Ternyata Orang Indonesia
Volkswagen AG baru saja meluncurkan desain ulang mobil kecil legendaris
VW Beetle serentak di New York, Berlin, dan Shanghai. Mobil yang di
Indonesia terkenal dengan VW Kodok ini merupakan generasi ketiga, sejak
awal kali diperkenalkan pada 1938.
Tahukah Anda siapa desainer Beetle terbaru? Chris Lesmana. Sejak empat tahun lalu, desainer asal Bandung itu mendesain ulang wajah Beetle. Dan hasil rancangan ini digunakan sebagai dasar mobil Beetle terbaru ini.
Lesmana membuat desain dengan beberapa penyesuaian proporsional. "Impian Lesmana itu akan menjadi kenyataan di jalan-jalan Amerika musim gugur ini," tulis AutoWeek.Lesmana, yang saat ini tinggal di Jerman, tidak bisa datang ke peluncuran di AS karena tugas keluarga, tapi dia diharapkan mengadiri acara Beetle di Berlin.
Desainer exterior Frank Bruse yang mewakili Lesmana di New York menggambarkan upaya Lesmana itu kepada AutoWeek sebagai "orang yang dapat merancang mobil impian."
Lesmana dan Bruse tumbuh bersama Beetle sebagai mobil keluarga, dan desain yang lama lebih terbawa ke versi baru. Mobil terbaru ini yang lebih bundar dan condong ini diarahkan ke pengguna wanita.
Model 2012 itu memiliki atap lebih rendah, roda yang lebih besar, atap panjang dan interior yang sporty."Ini jauh lebih dekat dengan yang lama daripada Beetle baru," kata Bruse tentang produk terbaru. "Kami memutuskan kembali ke tema awal."
Tahukah Anda siapa desainer Beetle terbaru? Chris Lesmana. Sejak empat tahun lalu, desainer asal Bandung itu mendesain ulang wajah Beetle. Dan hasil rancangan ini digunakan sebagai dasar mobil Beetle terbaru ini.
Lesmana membuat desain dengan beberapa penyesuaian proporsional. "Impian Lesmana itu akan menjadi kenyataan di jalan-jalan Amerika musim gugur ini," tulis AutoWeek.Lesmana, yang saat ini tinggal di Jerman, tidak bisa datang ke peluncuran di AS karena tugas keluarga, tapi dia diharapkan mengadiri acara Beetle di Berlin.
Desainer exterior Frank Bruse yang mewakili Lesmana di New York menggambarkan upaya Lesmana itu kepada AutoWeek sebagai "orang yang dapat merancang mobil impian."
Lesmana dan Bruse tumbuh bersama Beetle sebagai mobil keluarga, dan desain yang lama lebih terbawa ke versi baru. Mobil terbaru ini yang lebih bundar dan condong ini diarahkan ke pengguna wanita.
Model 2012 itu memiliki atap lebih rendah, roda yang lebih besar, atap panjang dan interior yang sporty."Ini jauh lebih dekat dengan yang lama daripada Beetle baru," kata Bruse tentang produk terbaru. "Kami memutuskan kembali ke tema awal."
Senin, 15 Oktober 2012
Mobil Mewah Buatan Tangan Dari Malaysia
Orang Kaya Asia Rela Menunggu Lama Demi Mobil Mewah Buatan Tangan Dari Malaysia
Penurunan ekonomi global mungkin membebani berbagai bisnis di seluruh dunia, tapi di Malaysia, pembuat mobil mewah terengah-engah memenuhi permintaan pelanggan yang terus mengalir dari Cina dan Timur Tengah.
Beberapa orang bahkan rela menunggu sampai dua tahun demi kendaraan Bufori mereka, yang harganya antara $150 ribu-$350 ribu atau Rp1,4 miliar-Rp3,3 miliar. Mobil-mobil ini memiliki sentuhan unik, berdasarkan permintaan pembeli, mulai dari brankas dalam mobil sampai interior bertatahkan mutiara.
Salah
satu pelanggan itu adalah eHong Tan, seorang entrepreneur teknologi
hijau asal Malaysia dan pencinta teh. Ia meminta agar Buforinya
dilengkapi dengan alat pembuat teh dan aroma teh.
"Saya suka minum teh Cina. Di mobil ini saya bisa membuat teh dan menikmatinya selagi berperjalanan," kata Tan. Keduanya adalah keunikan dan kepuasan yang selalu ia cari.
Harga yang mahal tak membuat popularitas mobil ini menurun di kalangan orang kaya Asia. Kini, untuk pertama kalinya, nilai net orang kaya di Asia mengalahkan orang-orang kaya di Amerika Utara dengan naiknya kekayaan di Thailand dan Indonesia sebesar 10 persen, menurut laporan Asia-Pacific Wealth.
Pendiri
dan direktur utama Bufori, Gerry Khouri mengatakan ia pertama kali
memulai perusahaannya tersebut di negara asalnya, Australia, pada 1987,
namun memutuskan untuk pindah ke Malaysia pada awal 1990an saat
permintaan dari kawasan tersebut meningkat.
Dalam tiga tahun terakhir, pesanan mobil Bufori, yang disebut sebagai satu-satunya mobil buatan tangan di Asia, naik 15-20 tahun setiap tahun.
"Cina dan Timur Tengah mungkin adalah dua pasar terbesar saat ini," kata Khouri, sambil menambahkan bahwa ia juga mendapat pesanan dari negara-negara Asia Tenggara lain, Hong Kong, Jepang, dan Eropa.
"Ada
banyak peluang di sini -- itulah yang membawa kami ke Malaysia dan
menyebabkan kami terus di sini," kata Khouri. Pabrik Bufori juga
terdapat di Malaysia, pemesan mobil bisa datang mengunjungi dan melihat
mobilnya dibuat. Ruang pameran ada di Sydney dan Shanghai.
"Yang mengasyikkan adalah melihat mobilku dibangun dari awal sampai akhir, seperti bayi yang sedang tumbuh," ujar Tan.
Khouri pertama kali membangun mobil pertamanya di halaman belakang rumahnya pada usia 21. Meski ia mempertahankan desain klasik mobil Bufori, namun performa mobil tersebut berada di kelas tersendiri.
The
Geneva, limousine mewah 4 pintu dengan kurva elegan dan badan panjang,
dengan mesin V8 6,4 liter dan kekuatan 470 tenaga kuda serta torsi 630
Newton meter (Nm).
"Ini eksklusif, sangat elite. Anda harus menjadi orang yang sangat istimewa untuk bisa memiliki salah satu mobil-mobil ini," ujar dia.
Namun Khouri mengakui bahwa daftar tunggu yang panjang bisa mengalihkan pelanggan ke pesaingnya seperti Bentley dan Rolls Royce.
"Mobil-mobil ini dibuat dengan tangan. Tanpa mesin -- lihat sekeliling Anda, semuanya orang," ujar Khouri menunjuk ke pabrik seluas 4645 meter persegi di pinggiran Kuala Lumpur, tempat para pekerja sibuk memasang bagian-bagian custom-made dan mengelas bodi klasik Bufori.
Di ruang atas, bagian interior dan jok, kulit dipotong dan dijahit tangan sementara para montir menyusun kendali elektronik.
"Anda tidak bisa memburu-buru orang seperti mesin," ujar dia.
Dengan sekitar 100 pekerja, pabrik ini hanya menghasilkan 60 mobil per tahun -- hanya secuil dari target 300 mobil dengan tenaga kerja terbatas dan jam kerja panjang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan produksi mobil.
"Masalah kami adalah permintaan melebihi kapasitas. Kami tidak berada dalam situasi di mana kami bisa memproduksi kendaraan untuk memenuhi permintaan global," kata Khouri.
"Kedengarannya gila -- tapi ini serius, karena kami kehilangan nilai penjualan setiap harinya."
Khouri ingin membuka pabrik-pabrik baru untuk mempercepat produksi, namun khawatir karena ingin menjaga kualitas. "Mobil Bufori sangat padat karya dan tergantung pada orang. Kami terancam mengompromikan kualitas, sesuatu yang tak ingin kami lakukan."
Mobil coupe Bufori La Joya butuh 3500 jam untuk membuatnya, sementara saloon Geneva membutuhkan 9000 jam. "Jumlah itu konyol jika Anda melihat keseluruhannya. Bahkan produsen mobil massal saja, yang membutuhkan 50 jam untuk membuat satu mobil, itu sudah terlalu lama," kata Khouri.
Namun pelanggan yang sabar tak menyesal menunggu selama itu.
"Sangat layak ditunggu," kata Tan, yang mobilnya butuh 20 bulan sampai selesai. "Ini lebih dari sekadar mobil. Buat saya, Bufori adala seni."
(Laporan oleh Anuradha Raghu,; Penyuntingan oleh Elaine Lies)
Penurunan ekonomi global mungkin membebani berbagai bisnis di seluruh dunia, tapi di Malaysia, pembuat mobil mewah terengah-engah memenuhi permintaan pelanggan yang terus mengalir dari Cina dan Timur Tengah.
Beberapa orang bahkan rela menunggu sampai dua tahun demi kendaraan Bufori mereka, yang harganya antara $150 ribu-$350 ribu atau Rp1,4 miliar-Rp3,3 miliar. Mobil-mobil ini memiliki sentuhan unik, berdasarkan permintaan pembeli, mulai dari brankas dalam mobil sampai interior bertatahkan mutiara.
"Saya suka minum teh Cina. Di mobil ini saya bisa membuat teh dan menikmatinya selagi berperjalanan," kata Tan. Keduanya adalah keunikan dan kepuasan yang selalu ia cari.
Harga yang mahal tak membuat popularitas mobil ini menurun di kalangan orang kaya Asia. Kini, untuk pertama kalinya, nilai net orang kaya di Asia mengalahkan orang-orang kaya di Amerika Utara dengan naiknya kekayaan di Thailand dan Indonesia sebesar 10 persen, menurut laporan Asia-Pacific Wealth.
Dalam tiga tahun terakhir, pesanan mobil Bufori, yang disebut sebagai satu-satunya mobil buatan tangan di Asia, naik 15-20 tahun setiap tahun.
"Cina dan Timur Tengah mungkin adalah dua pasar terbesar saat ini," kata Khouri, sambil menambahkan bahwa ia juga mendapat pesanan dari negara-negara Asia Tenggara lain, Hong Kong, Jepang, dan Eropa.
"Yang mengasyikkan adalah melihat mobilku dibangun dari awal sampai akhir, seperti bayi yang sedang tumbuh," ujar Tan.
Khouri pertama kali membangun mobil pertamanya di halaman belakang rumahnya pada usia 21. Meski ia mempertahankan desain klasik mobil Bufori, namun performa mobil tersebut berada di kelas tersendiri.
"Ini eksklusif, sangat elite. Anda harus menjadi orang yang sangat istimewa untuk bisa memiliki salah satu mobil-mobil ini," ujar dia.
Namun Khouri mengakui bahwa daftar tunggu yang panjang bisa mengalihkan pelanggan ke pesaingnya seperti Bentley dan Rolls Royce.
"Mobil-mobil ini dibuat dengan tangan. Tanpa mesin -- lihat sekeliling Anda, semuanya orang," ujar Khouri menunjuk ke pabrik seluas 4645 meter persegi di pinggiran Kuala Lumpur, tempat para pekerja sibuk memasang bagian-bagian custom-made dan mengelas bodi klasik Bufori.
"Anda tidak bisa memburu-buru orang seperti mesin," ujar dia.
Dengan sekitar 100 pekerja, pabrik ini hanya menghasilkan 60 mobil per tahun -- hanya secuil dari target 300 mobil dengan tenaga kerja terbatas dan jam kerja panjang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan produksi mobil.
"Masalah kami adalah permintaan melebihi kapasitas. Kami tidak berada dalam situasi di mana kami bisa memproduksi kendaraan untuk memenuhi permintaan global," kata Khouri.
Khouri ingin membuka pabrik-pabrik baru untuk mempercepat produksi, namun khawatir karena ingin menjaga kualitas. "Mobil Bufori sangat padat karya dan tergantung pada orang. Kami terancam mengompromikan kualitas, sesuatu yang tak ingin kami lakukan."
Mobil coupe Bufori La Joya butuh 3500 jam untuk membuatnya, sementara saloon Geneva membutuhkan 9000 jam. "Jumlah itu konyol jika Anda melihat keseluruhannya. Bahkan produsen mobil massal saja, yang membutuhkan 50 jam untuk membuat satu mobil, itu sudah terlalu lama," kata Khouri.
"Sangat layak ditunggu," kata Tan, yang mobilnya butuh 20 bulan sampai selesai. "Ini lebih dari sekadar mobil. Buat saya, Bufori adala seni."
(Laporan oleh Anuradha Raghu,; Penyuntingan oleh Elaine Lies)
Minggu, 14 Oktober 2012
Mobil Ketek Khas Palembang
Mobil Ketek
Mobil antik jip Willys sampai kini masih banyak
berkeliaran di sudut-sudut kota Palembang. Kendaraan sisa perang dunia
II yang mirip angkot Jeepney di Filipina ini masih bisa ditemui di Jalan
KH A Azhari sampai Plaju yang rutenya dari pasar simpang tiga 10 Ulu,
juga di kawasan 7 Ulu sampai 1 Ulu dekat stasiun kereta api Kertapati
dan sekitar Jalan Sosial di Km 5 Palembang sampai Lebongsiarang, Ilir
Timur. Di tiga tempat itu, kepadatan lalu lintas bukanlah disesaki
kendaraan mewah atau angkutan kota (angkot) merek terbaru, namun
didominasi mobil antik jenis jip Willys.
Masyakat Palembang memberikan nama mobil ketek karena suara mesin mobil ini sangat mirip dengan mesin perahu ketek yang lalu-lalang di sepanjang aliran Sungai Musi. Pemiliknya bukan dari kalangan pengoleksi mobil antik, melainkan para juragan angkot yang dimiliki secara turun temurun.
Seiring pesatnya perkembangan pembangunan di kota Palembang. Keberadaan mobil ketek ini terancam punah. Hal ini disebabkan oleh tidak tersedianya onderdil hingga sulit untuk perawatan dan kalah bersaing dengan angkutan umum modern.
Masyakat Palembang memberikan nama mobil ketek karena suara mesin mobil ini sangat mirip dengan mesin perahu ketek yang lalu-lalang di sepanjang aliran Sungai Musi. Pemiliknya bukan dari kalangan pengoleksi mobil antik, melainkan para juragan angkot yang dimiliki secara turun temurun.
Seiring pesatnya perkembangan pembangunan di kota Palembang. Keberadaan mobil ketek ini terancam punah. Hal ini disebabkan oleh tidak tersedianya onderdil hingga sulit untuk perawatan dan kalah bersaing dengan angkutan umum modern.
Mobil Ketek
Selasa, 02 Oktober 2012
Bikin Soket Charger Aki
Terkadang ketika habis balap, kondisi
battery motor alias aki kerap dilakukan pengisian ulang. Tentunya, lewat
charger aki. Jadi, kondisi aki nantinya akan kembali fit untuk dipakai
di race atau event berikutnya.
Tetapi, untuk melakukan proses ini, tentu banyak butuh proses. Artinya, aki kudu dilepas dari dudukannya. Atau, buka jok pacuan. Nah, ada caranya biar enggak direpotkan oleh proses ini. Sobat cukup bikin soket saja dari aki.
"Jadi, kalau posisi aki tersembunyi atau mau tersimpan di balik bodi pun enggak masalah. Hanya tinggal sambung soket saja,” ujar Nur Aimin alias Boday dari JP Racing di Jl. Cendrawasih No. 6E-F, Kp. Sawah, Ciputat, Tangerang.
Cara bikinnya mudah. Pertama, tentukan posisi aki akan ditaruh dimana letaknya. Setelah itu, siapkan kabel. Kabel yang digunakan bisa yang biasa dipakai buat kabel lampu. Panjang kabel disesuaikan dengan jarak antara posisi aki hingga letaknya soket yang diinginkan.
Kalau banyaknya kabel, tergantung soket yang dipakai. Mau pakai yang soket dua kabel atau satu kabel. “Tapi, baiknya pakai yang dua kabel. Jadi, arus listrik bisa cukup maksimal,” saran Boday.
Kini, sambungkan kabel ke terminal positif aki (+). Jika sudah, sambungkan kabel itu ke soket. Kini bikin hal yang sama untuk di kabel charger aki. Tentunya di kabel arus positif juga.
Kabel positif diberikan soket agar nantinya soket itu langsung disambungkan ke soket kabel yang dari aki. Sedang untuk arus negatif alias masa (-), tidak perlu dibuatkan soket lagi.
"Kalau untuk masa, tinggal sambungkan ke sasis atau baut dudukan mesin saja. Itu sudah cukup kok,” timpal mekanik berdarah Betawi ini. Nah, itu saja caranya. Mudah dong? Jadi, enggak perlu repot buka jok atau lepas aki lagi deh. Irit soal waktu juga kan! (motorplus-online.com)
Gir Belakang, Lubang Baut Harus Sejajar
Ukuran gir setiap motor berbeda, sesuai
karakter motor. Namun, ukuran gir berbeda itu bukan berarti tidak bisa
subsitusi. “Substitusi gir itu bisa saja, asal baut pengait gir
jumlahnya sama,” buka Nasehan.
Jumlah pengait gir pada motor biasanya 4 atau 6 baut. Menurut mekanik dari Surya Motor ini, diameter naf gir menetukan gir itu bisa dipakai di motor berbeda. “Cari yang diameternya sama.”
Seperti pada Yamaha V-ixion, Scorpio, dan Byson yang memiliki enam baut pengait gir. Jarak antar lubang baut juga sama. Itu artinya gir dari ketiga motor itu bisa dipasang bergantian.
Perbedaannya hanya pada mata gir. V-ixion memiliki 42 mata, Byson 40, dan Scorpio memiliki 44. Itu artinya, secara logika dengan perbedaan itu, jika motor ingin kuat di putaran atas bisa aplikasi mata gir yang jumlahnya lebih sedikit. Seperti gir Scorpio diganti pakai gir V-ixion agar efek tarikan pada putaran atas lebih dapat walau pada tarikan bawah lebih berat.
Begitu juga sebaliknya, menurut mekanik asal Semarang ini, jika V-ixion dijejali gir Scorpio. Efeknya tarikan bawahnya enak, tapi kedodoran di atas.
Jika pada V-ixion, Byson, dan Scorpio bisa saling tukar, berbeda dengan Kawasaki Ninja RR dan Ninja 150R. Walau jumlah baut pengait dan diameter naf gir ukurannya sama, tapi tak bisa saling tukar gir. “Tapi, bisa saja Ninja 150 pakai gir punya Ninja RR, asal harus satu set berikut rantai dan gir depan,” lanjut Han’s panggilan akrab Nasehan.
Menurut mekanik asal Semarang ini, untuk Ninja perbedaannya ada pada ukuran rantai. Ninja 150 RR punya ukuran rantai 520-42, sedangkan Ninja 150R ukuran rantainya 428-42, jadi walaupun ukuran girnya 42 tapi ukuran rantainya yang berbeda. “Artinya bisa saja disubstitusi asal ganti semuanya,” bilang mekanik yang bengkelnya berada di Jl. Ciledug Raya No. 28i, Tangerang.
Sedangkan jika dilihat dari harga, gir satu set untuk Ninja 150R dibanderol Rp 450 ribu. Sementara Ninja 150RR di pasaran harganya Rp 750 Ribu.
Selain gir di atas masih banyak juga gir yang bisa disubstitusi. Seperti dari Yamaha Jupiter bisa menggunakan gir Force 1, RX-King, Vega. Untuk Honda Grand bisa pakai Supra 100. Honda Karisma bisa subtitusi dengan Supra Fit New, GL Pro, GL 100 dan CB. Di Suzuki Shogun bisa pakai Tornado dan Satria 2-tak.
“Untuk Honda Tiger bisa dan silakan menggunakan punya GL Pro, namun kode rantai yang berbeda ukuran. Penggantian gir harus satu set,” wanti Agung Saputra, dari bengkel SP Racing. (motorplus-online.com)
Langganan:
Postingan (Atom)




